Friday, August 25, 2017

Tentang LDM



gambar diambil dari sini
Saat menonton televisi semalam, tentang kiat-kiat penyelesaian masalah kehidupan pekerjaan, terselip kisah pelatih ski yang harus hidup di gunung dan terpisah dengan istrinya. Hubungan sang pelatih ski dan istrinya yang romantis, bahkan sms penuh cinta mereka ditayangkan dengan gamblang. Kakak nyeletuk,

"Kenapa Ibu gak coba tinggal berjauhan dengan Ayah? pasti tidak akan pernah bertengkar deh"

Ini mungkin yang namanya momen Mak Jleb! 

LDM adalah singkatan dari Long Distance Marriage (kehidupan suami istri jarak jauh) yang merupakan bagian dari Long Distance Relationship (hubungan jarak jauh). Mengapa harus ada kategori hubungan semacam ini? karena mungkin sudah lumrahnya suatu hubungan itu menyiratkan kedekatan dan kebersamaan.

LDM muncul sebagai suatu kendala, atau bisa juga suatu bentuk kompromi untuk setiap pasangan yang harus dilalui dengan baik demi mencapai visi dan misi perkawinan. Bedanya, bagi saya dan suami, yang sudah dari awalnya jauh secara fisik, justru perkawinan kami dimaksudkan supaya dekat, supaya bisa bersama. Jadi logikanya terbalik, kami melakukan segala macam kompromi supaya tidak LDM.

Kedekatan dan kebersamaan memberi banyak keindahan dan kebahagiaan. Tangannya selalu ada untuk saya genggam, sekedar untuk mendapatkan ketenangan, bahunya untuk saya sandarkan segala kegelisahan maupun kepenatan, kerinduan, dll dsb #%&;*?+` (sensor).

Tapi kedekatan dan kebersamaan juga melahirkan kejengkelan dan ke "ya udah bodo amat terserah kamu aja" an. Pakaian kotornya yang mendarat meleset 10 cm dari mulut mesin cuci, kertas-kertas penuh coretan cacing rumus yang melimpah meruah melampaui batas maksimun tinggi baki kertas yang saya sediakan, dll dsb *$#??>< (sensor lagi).

Lintasan pikiran diatas yang setelah ditulis ternyata menjadi 4 alinea, di percakapan nyata ternyata hanya butuh beberapa detik saja, sebelum saya menjawab pertanyaan Kakak.

"Tapi Ibu sudah melakukan banyak hal untuk bisa sesekali bertengkar dengan Ayah, lho. Meninggalkan Kakek dan Nenek, meninggalkan tempat kelahiran, meninggalkan pekerjaan dan teman-teman".

Entahlah jika Kakak mengerti jawaban saya, dia terdiam dan melanjutkan menyimak pemecahan masalah yang ditayangkan selanjutnya; pemilik toko roti yang turun terus omset penjualannya.

Malam itu menjelang kami tidur, tangan suami menggapai tangan saya, menggenggamnya dengan lembut. "Arigato", katanya. Tapi segera kemudian tangannya lepas tak tergapai. Karena keluarga kami punya kebiasaan aneh, menghampar kasur di ruang tamu dan tidur di depan televisi jika esok hari adalah hari libur, dan sebulan ini kami libur musim panas. Jadilah tangan kami terlalu jauh untuk saling menggapai, karena kami terpisahkan jarak oleh tiga ekor  orang anak yang lelap tertidur.

(dengan malu-malu) Ditulis dalam rangka merayakan ulang tahun pernikahan ke-10.

Thursday, June 8, 2017

No Fry Karepan

Karepan atau Curry Bread adalah roti goreng isi kari ala Jepang. Biasanya berbentuk almond, dengan kulit bertabur panko yang terlihat renyah, belum lagi aroma kari yang mengundang selera. Sayang sekali saya tidak bisa membeli roti kari ini karena biasanya tidak halal.

Monday, May 15, 2017

Menyapih Ala Jepang

Gambar diambil dari sini
Menyusu bagi bayi memberikan dua manfaat, sumber gizi/nutrisi dan sumber comfort kenyaman/kehangatan/kasih sayang. Bayi menyusu bukan hanya karena lapar atau haus, tapi juga karena menginginkan dekapan ibu, membuatnya tenang ketika resah atau takut, atau hanya sekedar menghilangkan lelah dan mengantarnya tidur.

Monday, April 17, 2017

Menjahit Rok Flare (Sangat Mudah!)

Saat menjelang pergantian musim adalah saat untuk berburu diskon kain, karena biasanya mereka "cuci gudang" mengobral kain-kain sisa (bahasa Jepangnya hagire はぎれ). Dari gunungan kain berbagai ukuran, saya menemukan kain stretchy berwarna ungu anggur ini, lebar 1,08 meter dan panjang 1,2 m dengan harga miring. Kain yang agak berat dan hangat, tapi "jatuh", pas untuk musim semi. 

Monday, February 6, 2017

Pizza Kompor

Pizza Kompor

Karena terkenang-kenang dengan pizza tipis yang kriuk dan aroma pizza yang dipanggang di tungku pizza, saya jadi kepikiran mencoba memanggang pizza di panggangan ikan kompor gas, yang disebut grill.